Jumat, 15 Februari 2013

Awal yg Indah




Sahabat sampai Besar
Waktu kecil aku sering bermain
Dengan kamu, kita sering di lapangan
Bermain bola dan berlari-lari
Seudah bermain
Kita sering pergi ke warnet
Masa-masa kecil kita sangat indah
Bagaikan air terjun yang berjatuh ke bawah
Air lagi
Itulah masa-masa kecil kami
Kecil sampai besar
(Aji, Februari 2013)


Persahabatan
Hai, sahabat
Kita selalu bersama
Meskipun tantangan berat
Atau yang sangat keras
Jangan pernah lelah
Untukmu Sahabat
(Dendi Almunawar, Fabruari 2013)


Desaku yang Indah
Desaku yang indah
Sawah-sawah menghijau
Embun pagi
                               Membasahi rumput-rumput 
                                       Itulah desaku 
                               (Ririn Riyanti, Februari 2013)


Ayah
Ayah…
Ayah…
Kau mencari nafkah untuk keluargamu
Sungguh besar pengorbananmu untuk keluargamu
Wahai Ayah…
Aku bangga padamu
Karena engkau sudah bekerja keras
Oh, ayah aku sangat bangga padamu
Ayah…
Oh, ayah…
Aku ucapkan
Terima kasih atas kerja kerasmu.
(Putri Apriyani, Februari 2013)



Hatta
Engkau adalah kenangan
Yang tumbuh
Dalam kepala dan jiwaku
Suatu malam kau datang
Dalam mimpiku
Katamu:
Jangan lelah menebar kebajikan
Jadikan kesederhanaan
Sebagai teman paling setia
(Keristin Natalia M. Y., Februari 2013)



Menuntut Ilmu
Di pagi hari
Aku berangkat ke Sekolah
Untuk menuntut ilmu
Bukan untuk bermain
Aku ingin mendapat nilai
Yang sangat memuaskan
Dan aku juga ingin mendapat
Juara kelas. Karena aku
Ingin membahagiakan
Orang tuaku
Yang sudah mengurusku
Sewaktu aku bayi
Hingga sebesar ini.
(Nyimas Ratu Larasati S. P., Februari 2013)


Ibu dan Ayah
Dalam hidupku yang paling penting adalah
Ayah dan ibu
Susah maupun duka
Kami selalu bersama
Di saat-saat aku merindukan ayah
Dan ibuku
Mereka selalu ada di sampingku
Ayah, Ibu
Terima kasih atas kasih sayangmu
Jasa-jasamu tidak akan terlupakan
Seumur hidupku
(Butet Noviyanti, Februari 2013)



Hari Lebaran
Sebulan sudah, lebaran tiba
Kami takbir kepada-Mu
Berkumpul bersama keluarga
Kini keluargaku sudah bahagia
Mengucap Idul Fitri kepada semua orang
Mengucapkan dosa yang telah berbuat dosa kepada-Nya
Dan pada hari itu
Berkumpul dengan sentosa
Ya Allah
Panjangkanlah umur keluargaku
Yang telah berbuat baik kepadaku
Ya Allah
Terimalah dia sebagai orang yang selalu baik
Ya Allah, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang
Kabulkanlah doaku
Aku ingin berkumpul bersama Ayah
Pada hari Lebaran
(Sindi Aulia, Februari 2013)




Pagi Hari
Pagi yang cerah,
Secerah yang mentari
Kudengar kokok ayam
Bersahut-sahutan
Bungapun berseri-seri
Menyejukan hati
Burung berkicau
Seolah bernyanyi merdu
Hingga keluarlah sang mentari
Dari persembunyiannya,
Dan bersiap menebarkan
Sinarnya,
Memberi senyum pada bumu pertiwi
                   Dan memberi kesemangatan di pagi hari 
                        Oh…. Sungguh pagi yang indah 
                       (Hilda Gadis U., Februari 2013)




Mentari Pagi
Kurindu suryamu
Sinarmu di pagi hari
Begitu menghangatkan tubuh
Kau tak pernah ingkar janji
Terbitmu selalu tepat waktu
Sinarmu menyejukkan kalbu
Aku tak bisa hidup tanpa sinarmu
Yang selalu memberi cahaya di hatiku
Mentari kurindu suryamu
Kini, nanti, dan selamanya
(Muhammad Repi, Februari 2013)





Ayah
Ayah, terima kasih
Kau sudah bekerja keras
Demi anaknya
Walau beban berat yang harus kautempuh
Semangat yang tak pernah luluh
Ibu, Ayah
Ayah Ibu  terima kasih
Kau sudah mendidikku
Dari kecil sampai besar
Kan kubalas semua jasa-jasamu
(Nuri Yani, Februari 2013)





Keindahan Alam di Indonesia
Saat aku membuka mataku
Ku tak percaya bahwa itu nyata
Aku masih berpikir
Bahwa aku masih bermimpi
Tetapi aku sadar bahwa keindahan itu
Benar-benar ada di depanku
Sungguh indah kepulauan ini
Ribuan pulau-pulau berjajar
Membentuk gugusan pulau yang indah
Gunung-gunung bergaris
Dari ujung Barat ke ujung Timur
(Kisan Setiawan, Februari 2013)


Ibu
Ibu, kau bagaikan sang mentari yang
Menyinari seluruh alam
Ibu, kau bagaikan malaikat bagiku
Kau bekerja keras untukku
Sampaikan mempertaruhkan nyawamu
Demi anakmu, Ibu
Ibu, sungguh besar pengorbananmu
Untuk anakmu
Jika aku besar nanti
Akan aku balas semua jasa-jasamu
Walau kutahu itu tak mungkin
Karena jasa-jasamu tak terhitung
Ibu,
Memang kau manusia berhati
Mulia
(Pina Alpiani, Februari 2013)


Guruku
Pagiku yang cerah
Pagiku yang indah
Matahari pun bersinar terang
Guruku
Tanpamu aku tidak bisa
Membaca, menulis dan menghitung
Guruku
Terima kasihku padamu
Karna kau telah memberiku ilmu
(Dea Rahmadina, Februari 2013)


Allah
Ya Allah
Kau-lah yang kusayangi
Da Kau-lah yang kucintai
Dan
Kau juga yang
Menciptakan alam semesta
(Maisa Anggraeni, Februari 2013)


Hujan
Hujan adalah air untuk semua
Umat manusia, kalau di dunia
Tidak ada air, pasti kita kehausan
Dan tumbuh-tumbuhan pasti mati
Dan juga harus kita manfaatkan
Kita juga harus bersyukur
Kepada Tuhan Yang Maha Esa
Masih diberi air hujan
Alhamdulillah
Kita terus menerus
Diberi air hujan
(Rani Oktaviani, Februari 2013)


Guruku Matahariku
Guruku
Terima kasih kau
Sudah mengajariku di sekolah ini
Tak lama aku besar sampai besar
Dan engkau tetap mengajar di sekolah ini
Begitu juga dengan guru-guru
Trima kasih
Engkau sudah mendidik anak-anak
Sekolah ini
Sampai sekarang
Didikanmu selalu terkenang
Di hatiku
Tiada kasih sayangku kepadamu
Banyak sekali
(Pipit Lupitasari, Februari 2013)


Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi
Serasa berang
Bertambah lama lupa di sini
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan
Teduh tenang
(Siti Aliah, Februari 2013)


Sekolahku yang Tidak Pernah Kulupakan
Sekolah
Sekolah adalah tempat
Kita mencari ilmu
di mana kita akan meraih
Cita-cita kita
Sekolah
Terima kasih
Sudah mengajariku dengan baik
Terutama dengan guru-guruku
(Dea Nursipa, Februari 2013)



Kampung Halamanku
Di sebuah gang yang cukup luas
Berbaris tegak pohon-pohon kelapa
Seolah-olah menyambut
Siapa saja yang datang
Udara yang sejuk
Daun-daun yang berwarna
Hijau cerah menghiasi
Keindahan di sekitarnya
Jika nanti aku harus pergi
Meninggalkan kampung halamanku
Aku tidak akan pernah melupakan
Keindahan kampung halamanku
(Mariyana Julia, Februari 2013)


Ibu
Ibu…
Pengorbananmu bergitu besar
Kau mengandungku selama 9 bulan lamanya
Tanpa sedikitpun kau merasa lelah
Kau rela mengorbankan nyawamu
Demi anakmu
Ketika kau melahirkanku
Kau memberikan asi  kepadaku selama 2 tahun
Dan kau merawatku dengan penuh kasih sayang
Engkau bagaikan cahaya
Yang menyinariku
Ketika aku dalam kegelapan
Kau bagaikan selimut
Yang selalu menghangatkaku
Ketika aku
Dalam keadaan dingin
Terima kasih Ibuku
(Siti Nur Ayunda, Februari 2013)


Ibu
Ibu, kau adalah segalanya bagiku
Ibu begitu besar jasamu
Kau telah merawat aku dan
Mendidikku hingga aku besar
Ibu jasamu tidak akan terlupakan
Sampai akhir hayatku
Ibu di saat aku sedih kau selalu ada
Di sampingku memelukku
Terima kasih ibu
Kau telah memberikan
Kasih sayangmu dan perhatianmu
(Debi Malonda, Februari 2013)


Ibu
Betapa hatimu mulya oh Ibu
Kasih sayangmu begitu tulus
Seperti matahari menyinari dunia
Sanggupkah aku membalas budimu
Oh Ibu
Sejak kecil aku digendong
Dengan penuh kasih sayang dan cinta
Sampai kini pun hingga aku dewasa
Kasih sayangmu tidak berkurang
Semoga amal baikmu dibalas oleh
Allah Swt.
(Yuningsih, Februari 2013)


Ibu
Ibu, kaulah yang kusayang
Aku bisa hidup di dunia ini
Karna ibu
Ya Allah
Selamatkanlah Ibuku
Betapa sulitnya memeliharaku
Ibu
Kaulah yang kusayang
Dan kaulah yang kucinta
Selamanya
(Erni, Februari 2013)


Ayah
Ayah
Ayahku tercinta
Mengapa engkau pergi dariku
Sangat terasa hampa di rumah ini
Aku terasa sedih sekali
Kalau tiada ayahku
Ayah engkaulah yang tercinta
Dan yang tersayang
Terima kasih ya Allah
Engkaulah telah
Dipertemukan ayahku
(Eri Julianti, Februari 2013)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar